Hellow! Ini adalah tulisan pertamaku di Everlasting, kebetulan kemarin aku baru saja muraja’ah surah maryam dan mulai memaknai ulang kisah yang ada di dalamnya, so here we go!
Seperti yang banyak kita tau, Maryam adalah perempuan suci yang kesuciannya diabadikan dalam Al-Qur’an, dari keluarga yang terjaga yang dirinyapun tercipta mulia. Allah beri amanah yang tidak pernah terjadi, baik sebelum atau sesudah masanya. Melahirkan seorang nabi, tanpa tersentuh laki-laki.
Di surat Maryam, ayat 16-26 menceritakan perjalanan Maryam yang aku mendapatkan beberapa hal untuk ditadabburi
A. Ayat 16-19: Aku belajar, kalau kita seorang perempuan, hendaknya mempunyai ruang mihrabnya sendiri, yang fungsinya untuk mengisi bathiniyyah kita, baik dengan itikaf, dzikir, wirid dan lainnya. Kedua, ketika kita mampu menjaga diri dengan baik, bukan tidak mungkin Allah datangkan laki-laki yang baik juga, karena setiap laki-laki yang datang pada kita adalah cerminan dari kualitas diri perempuan.
B. Ayat 20-22: Pada ayat ini, Maryam sama lho dengan kita, ketika mendapatkan ujian diluar kemampuan pasti muncul pertanyaan “Kok bisa aku yang dipilih? Kan diri ini engga mumpuni” Terus malaikat Jibril jawab “Apasih yang engga bisa? Kalau Allah udah berkehendak?” Disitu Maryam engga lagi banyak tanya dan langsung menta’atinya. Kadang yang bikin diri ini sulit berubah adalah ketika kita mengukur ujian dengan kemampuan yang kita punya sekarang, akhirnya kita jadi pilih-pilih ujian, padahal tugas utama dari ujian adalah meningkatkan kemampuan kita, jadi cobalah terima dan cintai setiap ujian yang kita hadapi
C. Ayat 23-24: bagian ini, aku notice kalimat Maryam “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan” Engga kebayang beratnya ujian Maryam sampai dirinya mengucapkan keluhan apa yang dirasa, tapi setelahnya malaikat Jibril menghiburnya dengan kalimat “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu.” Kalian sadar engga? Maryam tetap punya sisi manusiawi yang ketika capek tetap berkeluh kesah dan mengadu ke Tuhannya, karena siapapun tidak salah meluapkan semua perasaan emosional yang dirasa, termasuk kita perempuan yang Allah beri kelebihan di perasa, kita perlu memvalidasi apapun yang dialami, engga perlu denial untuk semua kelemahan kita, karena dengan itu kita akan lebih mudah menyelesaikan masalah setelahnya, makanya malaikat Jibril menghibur Maryam dengan kalimat manis untuk jadi pengingat kalau setelah mendung ada pelangi di ujungnya dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
D. Ayat 25: Walaupun sedang dalam keadan sedih dan putus asa Allah tetap minta Maryam untuk goyangkan pangkal pohon kurma. Disinilah pelajaran paling penting hadir, secara logika menggoyangkan pohon kurma yang besar dengan 10 laki-lakipun belum tentu menggugurkan banyak kurma, makanya menjadi keajaiban, bagaimana ikhtiar kecil Maryam ditengah masa persalinannya bisa menggugurkan banyak kurma untuk makan dan minum, karena yang besar adalah keyakinan dia dengan Allah, karena yang besar adalah rasa percaya dan ta’atnya kepada Allah, maka dengan kekuatan-Nya lah semua terlihat nyata.
E. Ayat 26: Setelah masa persalinan, Maryam masih harus memikul rasa malu yang besar karena menggendong bayi ditengah kaumnya, karena Allah peka, Allah perintahkan Maryam untuk bernadzar berpuasa agar tidak berbicara pada siapapun, supaya biar Allah yang menanggapi kaumnya lewat mujizat nabi Isa. Sebagai perempuan, kalian pernah merasa gitu juga engga? kalau udah malu berat rasanya tuh segan dan engga barani untuk banyak bicara pada siapapun, malu yang “Ih kamu itu lho perempuan, kok gitu? harusnya engga malu-maluin.” Disini aku jadi tau, kalau nantinya rasa malu, sedih, dan bad feelings lainnya hadir, engga papa kita diam diri dulu dengan tujuan memberikan ruang tenang dan dengan syarat ada 1 teman kita yang tau kalau kita tidak mau diganggu dulu, karena perempuan yang dewasa, adalah dia yang tau perasaannya dan kapan dirinya butuh ruang.
Kurang lebih ini yang kemarin aku dapatkan, sebuah refleksi yang aku harap diri ini selalu ingat dan bisa bermanfaat buat siapapun itu, sekian! Semoga bermanfaat




